Home   •   PSG Depok

PSG Depok

Pertemuan Pertama

Pertemuan PSG Depok Ke-I terlaksana pada hari Minggu tanggal 1 Juli 2007, bertempat di kediaman Pak Dwianto Rasisto ayahnya Rama. Dengan dihadiri oleh 12 keluarga, pertemuan berjalan seru dan akrab.

Semoga kegiatan PSG Depok ini bermanfaat bagi perkembangan anak-anak spesial kita.
Bravo PSG Depok!!

Berikut Laporan lengkap dari Koordinator PSG Depok, Bapak Dwinu Panduprakarsa.

 

----- Original Message -----
From: "Dwinu Panduprakarsa"
To : peduli-autis Puterakembara
Subject: Sebuah Cita dan Harapan dari PSG Depok ke-I

Bu Leny dan Rekan milis,

Berikut sharing soal pertemuan PSG Depok Ke-I pada hari Minggu, tanggal 1 Juli 2007, bertempat di kediaman Pak Dwianto Rasisto ayahnya Rama. Kebetulan baru selesai saya rangkum sore ini.

Sungguh suatu kenikmatan dan kebahagiaan yang tiada tara, ketika kita dapat berkumpul bersama-sama rekan senasib, berbicang-bincang bersama, serta berbagi rasa. Waktu 2 jam lebih bersama tak terasa, sehingga senja ternyata lebih cepat menjelang.

Ada 12 keluarga/rekan milis PK yang datang,
1. Pak Agung mewakili istrinya yang di Sby, Ibu Tetty Lubis
2. Pak Fuad Nalendra (Guru di Sekolah Lazuardi)bukan ortu Anak SN, tapi mau berbaur dengan PSG Depok
3. Pak Sumaryadi dan ibu, Ayah Abdil yang tahun depan sudah SMP.
4. Pak Sigit/Ibu Yenny Octora, datang dari Condet/Kramat Jati yang bersemangat juga ke Depok.
5. Pak Darman beserta Ibu, yang banyak memberikan ide-ide cemerlang untuk PSG Depok ke depannya.
6. Ibu Regina Panjaitan, ibu mungil yang cerita-ceritanya banyak memberikan inspirasi kepada kita semua.
7. Ibu Otty Sukadi, yang jauh-jauh datang dari Cinere dan lumayan heboh dengan ceritanya, sehingga kita mampu ceria dan tersenyum mendengarkan ceritanya.
8. Ibu Augustina, yang sangat heroik dan bersemangat ketika menceritakan perjuangan membawa Adam ke SD Umum. Ternyata koneksinya banyak juga di Depdiknas Depok. Beliau telah kita angkat sebagai penasehat sekaligus konsultan pendidikan di PSG Depok ini berkat pengalaman dan
pengetahuannya tentang sekolah inklusi.
9. Ibu Maulina, yang ketika bercerita pengalamannya bagaikan mendongeng, khususnya kisah tentang anaknya dan keluarga besarnya, lumayan terharu mendengarnya.
10. Pak Zainal Sutanto, sesepuh PSG Depok. Yang berbagi cerita ketika membesarkan sang Putri-nya, Nurul. Sungguh kisah yang menakjubkan Pak Zainal. Salut buat Bapak dan Ibu.
11. Pak Dwianto Rasisto dan ibu. Yang telah merelakan rumahnya disinggahi dan diramaikan oleh kami dari PSG Depok, senang berkenalan dengan keluarga yang sangat dekat dan percaya dengan Tuhan-Nya ini.

Banyak hal yang diutarakan rekan-rekan semua, yang menjadi cikal bakal dan harapan para anggota PSG Depok, bahwa mudah-mudahan pertemuan ini bisa disambung dengan pertemuan-pertemuan berikutnya.

Berikut beberapa niat dan rencana dari PSG Depok ke depannya, semoga dapat dimudahkan ke depannya :
1. Komitmen untuk menyelenggarakan PSG Depok setiap 2 bulan sekali.
2. Sosialisasi kepada Sekolah-sekolah di Depok tentang masalah Anak-anak Special needs.
3. Merencanakan seminar atau mendatangkan para ahli tentang metode penanganan Autisma
4. Merencanakan pendirian Sekolah Inklusi (Dari Ide dan niatnya Bu Augustina)
5. Merencanakan pendirian Vocational School agar anak-anak kita bisa bekerja dan mandiri ke depannya.

Sayang sekali Bu Leny, saking semangatnya kita semua datang ke PSG Depok, malah tidak ada yang bawa kamera. Sehingga momen yang bersejarah ini tidak ada picture-nya.

Salam
Dwinu

 

 

Pertemuan Kedua

Salam Depoker's,

Maaf baru bisa merangkum kegiatan PSG Depok meeting yang ke 2,

Hari / Tgl : Sabtu, 8 September 2007
Tempat : Kel. Bpk. Darman P.
Tema : Sekolah Alternatif untuk Anak Autis, Mungkinkan ???
Pembicara : Wakil dari Sekolah Alam di Ciganjur, Depok

Yang hadir ada sekitar 11 keluarga termasuk tuan rumah, yaitu:

1. Ibu. Augustine K.
2. Ibu Otty S.
3. Bpk. Dwianto
4. Bpk. Zainal Sutanto
5. Kel. Bpk. Djoko Wiyono (ijin pulang duluan kah ?)
6. Bpk. Siswanto
7. Ibu Yulianti P
8. Kel. Bpk. Ari Waworuntu (Ibu Eveline Hutahaean)
9. Bpk. Arrival B.
10. Bpk. Rudy (teman bpk Arrival)

Yang tidak dapat hadir:

Kel. Bpk. Edi Mandagi / Ibu Erni (rencana mau datang teman satu kebaktian bpk. Dwianto) berhalangan datang karena sedang mual2 hamil 1 bulan, SELAMAT YA BU.
Kel. Bpk. Sumaryadi, karena terjebak macet sehingga tidak memungkinkan untuk bisa hadir...
Kel. Bpk. Yahya / Ibu Tety Lubis karena pas dapat jadwal untuk terapi dolphin (ditunggu sharingnya ttg aktifitasnya di terapi dolphin ya pak)
Kel. Dwinu P

Acara berjalan lancar walaupun agak molor karena saling tunggu atas inisiatif tuan rumah acara dimulai dengan makan siang (terima kasih Pak/Ibu Darman – telah menyediakan makan siang gratis) sembari menunggu rekan lain yang belum hadir.

Sekitar jam 12.30 acara utama yaitu sharing mengenai sekolah alam dimulai.

Yang hadir dari pihak Sekolah Alam Ciganjur adalah Ibu Ratna Dewi dan Ibu Deborah Ellen.

Ibu Ratna Dewi mulai dengan memberikan gambaran secara garis besar dan perkembangan keadaan sekolah alam, mulai dari sejak berdiri hingga saat ini yang sudah mulai mempersiapkan lahan tambahan untuk SMPnya didaerah Rawakopi, Andara, Pangkalan jati.

Selanjutkan diteruskan dgn cara berdialog interaktif.

Sebagai garis besar dari hasil sharing adalah sebagai berikut...

Sekolah Alam Ciganjur berlokasi di Jl. Anda No 7X, Ciganjur..Jakarta Selatan.
No telponnya 78881659 atau langsung dengan Ibu Tri Puji Hindarsih ( Bu Cace) selaku coordinator IST dgn no telponnya 0811978541.

Gedung sekolah ini tidak mempunyai tembok atau menggunakan kelas untuk tempat belajar tapi menggunakan sawung sebagai pengganti kelas...alias belajar di alam terbuka ataupun langsung ketempat kebun atau kolam ikan atau fasilitas lain yang berada dikompleks sekolah alam. Mempunyai kelas sampai kelas 8 SL atau setara SMP kegiatan belajar lebih diutamakan ke kegiatan outdoor (praktek langsung sehingga mata pelajarannya pun mempunyai kurikurim tersendiri yang ditentukan oleh Komite sekolah yang disesuaikan mendekati standar sekolah umum.

Sekolah menjalankan system inklusi, setiap kelas mempunyai rasio sekitar 20 anak dgn 2 anak SN, tiap anak SN didampingi/disediakan seorang shadow teacher selain pelajaran pokok untuk anak SN disesuaikan dgn tema bulanan atau dwi bulanan yang telah disepakati antara orang tua dengan pihak sekolah contohnya bulan oktober mengenai bercocok tanam maka mata pelajarannya akan bertemakan mengenai bercocok tanam yang dapat mencakup beberapa mata pelajaran seperti matematika, fisika, biologi, dll.

Di Sekolah Alam system kenaikan agak unik yaitu TIDAK ADA ISTILAH TINGGAL KELAS, selain karena alasan agar si anak tidak merasa minder atau tertekan bila tidak naik kelas, dan juga karena setiap anak SN dibuatkan IEP tersendiri. Yang juga agak lain adalah sampai saat ini Sekolah Alam menggunakan system penilaianpun bukan berupa angka tapi penjelasan /penjabaran pencapaian hasil pengenai perkembangan setiap anak.

Menurut ibu Dewi, tahun ajaran kemarin pihak sekolah telah meluluskan 2 orang Anak SN dan melanjutkan ke sekolah lanjutan umum tapi sayang Ijazah yang mereka dapat bukan dari Sekolah Alam Ciganjur karena masalah status sekolah yang belum didapatkan sehingga untuk ujian mereka masih menumpang dengan SDN 05. Tapi mulai tahun ajaran 2007/2008 Sekolah Alam Ciganjur akan melaksanakan Ujian tersendiri secara mandiri.

Ibu Dewi dan Ibu Ellen memberikan informasi berdasarkan penerimaan yang baru saja berjalan.

Sistem penerimaan murid, semua anak bisa masuk ke Sekolah Alam termasuk anak-anak Special Need (SN). Untuk anak SN, mereka menerima murid SN yang sudah bisa menerima perintah dan SUDAH VERBAL, karena kekurangan SDM maka pihak sekolah baru bisa menerima anak yang sudah VERBAL.

Untuk TEST masuk, Sekolah Alam dilakukan pengetesan anak, hanya yang di TEST adalah ORANGTUA maksudnya WAWANCARA ORTU.

Nah, itu tadi hasil sharing dengan Pihak Sekolah Alam Ciganjur.

NB: Bagi yang berminat untuk mengetahui lebih lanjut, silahkan hubungi Sekolah Alam langsung.

Setelah itu acara dilanjutkan dengan sharing dari Bapak Rudy yang tinggal Depok I.

Beliau sharing tentang anaknya yg bersekolah di SD Negri 8 depok yang menerima murid SN, juga mengenai penerimaan murid murid lain terhadap anak SN sangat baik, sehingga (nama anak) merasa nyaman bersekolah disana.

Juga pak Rudy menceritakan bahwa kondisi lingkungan rumah yang sangat perduli terhadap anak SN juga sangat menolong. Hal ini juga dirasakan oleh Bpk. Arrival Bach yang baru pindah ke lokasi yang sama dengan Bpk. Rudy.

Dampak dengan adanya Sekolah yang menerapkan system Inklusi disekitar daerah tersebut sehingga anak-anak murid bisa mengayomi teman-temannya yang berkebtuhan khusus ini dan juga berdampak ke keluarga yang Non SN menjadi lebih pehatian dengan Keluarga yang mempunyai anak SN.

(Wah sharing yang membangkitkan gairah untuk bisa seperti itu minimal terhadap lingkungan rumah di kanan dan kiri terutama rumah saya masak sih harus pindah ke lingkungan bpk. Arrival)

Acara akhir kami tutup dengan memberikan sekedar buah tangan untuk kenang-kenangan kepada Ibu Dewi dan Ibu Ellen (jangan diliat bentuk dan harganya ya!!!)

Nah, itu tadi sekilas Info dari kegiatan PSG II yang baru aja dilaksanakan pada tanggal 8 September 2007 dikediaman Kel. Bpk. Darman Pongmasakkhe.

SALAM,
PSG Depok

 

  • Depok01
  • Depok02
  • Depok03
  • Depok04
  • Depok05
  • Depok06
  • Depok07
  • Depok08
  • Depok09
  • Depok10
  • Depok11
  • Depok12
  • Depok13
  • Depok14
  • Depok15
  • Depok16
  • Depok17
  • Depok18
  • Depok19
  • Depok20

Simple Image Gallery Extended