Home   •   Kapan harus melakukan test EEG atau BERA?

Kapan harus melakukan test EEG atau BERA?

Berikut tips Dr. Hardiono D. Pusponegoro mengenai test BERA dan EEG :
-------------------------------------------------------------------
BERA gunanya sebagai skrining ada tidaknya gangguan pendengaran. EEG untuk mencari gelombang tertentu yang menunjukkan adanya gangguan sel saraf, misalnya gelombang kejang atau gelombang lambat. 
 
Pada kasus autisme, yang dicari adalah:
1. Gelombang berbentuk paku-ombak di daerah pusat bicara (temporal). Keadaan ini ditemukan pada varian sindrom Landau Klefner yang bisa menampakkan diri sebagai autis.
2. Gelombang lambat di daerah pusat bicara (temporal) yang menunjukkan bahwa sel saraf di daerah tersebut kurang aktif.
 
Jadi jangan salah pengertian. Autisme didiagnosis berdasarkan observasi. Pemeriksaan EEG dan BERA bukan untuk menegakkan diagnosis tetapi untuk mencari kemungkinan salah satu faktor penyebab.
 
Jadi :
- Tidak usah test BERA kalau tidak tuli
- Tidak usah test EEG kecuali kejang atau regresi atau tidak maju
- Tidak usah CT scan kecuali kepala gede atau kecil. Pada CT scan tidak kelihatan apa-apa.
- Hati-hati dengan informasi dan berita yang tidak jelas di internet
- Hati-hati kalau beli obat mahal-mahal tapi tidak jelas
 
Salam,
Yoni (Dr. Hardiono D. Pusponegoro)
---------------------------------------
 
Pertanyaan dari rekan milis:
 
Dr. Hardiono Yth.,
 
Bisa dijelaskan lebih lanjut tentang apa yang dimaksud dengan regresi dan ngga maju. Anak saya pernah kejang 1 x sekitar 30 detik sewaktu umur 8 bulan (sekarang umur 5 tahun belum di EEG, behaviour sangat bagus, sudah tidak pernah tantrum, hiperaktif sudah berkurang tapi kemampuan bicara minimal) tetapi kata dr.anaknya (Dr.Harry Purwanto di RSCM/RS.Cinere), kalau sampai saat ini tidak pernah kejang lagi gak perlu/percuma di EEG, menurut dr.Yoni perlukah
anak saya di EEG walaupun tidak pernah kejang lagi sampai sekarang
 
Terima kasih sebelumnya atas penjelasan Dr.Yoni.
 
Ayah Tita
 
 
---------------------------------------
Dr. Hardiono wrote:
 
Regresi artinya anak mengalami kemunduran yang progresif, walaupun sudah di terapi macam-macam.
 
Tidak maju artinya anak tidak ada kemajuan walau sudah di terapi, apapun juga terapinya.
 
Artinya lagi apa?
 
Yang paling penting, kalau melakukan suatu terapi harus dipastikan dulu:
 
1. apa indikasinya untuk melakukan terapi tersebut. Tidak semua anak harus di bom dengan semua macam terapi. Apakah terapi tersebut memang sesuai dengan anak? Bagaimana tahunya bahwa anak memang memerlukan terapi tersebut? Disini perlunya koordinasi antara orang tua dengan dokter dan terapis.
 
2. Bagaimana menilai hasil terapi tersebut dan kapan saat menilai terapi berhasil atau tidak. Banyak pasien sekadar menjalankan terapi, tidak tahu penilaiannya, lalu setelah 1 tahun bingung kok begitu-begitu saja. Banyak juga yg melaporkan:"Anak maju setelah terapi" Apa yg dimaksud dengan maju? Kalau kontak mata 2 detik lalu setelah 6 bulan jadi 5 detik apa itu disebut sebagai maju? Menurut saya sih tidak.
 
 
Kembali ke EEG. EEG pada anak autistik agak berbeda dengan EEG pada anak bukan autistik. Ada suatu keadaan yang disebut sebagai varian Landau Kleffner: Anak autistik, tidak pernah kejang, tapi EEG nya ada kelainan tertentu. Anak-anak ini tidak akan maju bila tidak diberi terapi antikejang, walaupun tidak pernah kejang secara kasat mata.
 
Jangan makin bingung ya...
 
Dr. Hardiono D. Pusponegoro
 
-----------------------------------------
Keterangan tambahan dari Dr. Hardiono : 
 
Periksa tuli atau tidak gampang sekali.
 
- waktu bayi apakah ia kaget kalau mendengar suara keras misalnya pintu ditutup? Kalau ya artinya pendengaran baik. Tapi kalau kaget tanpa dengar suara apa-apa hati-hati, ada gangguan lain alias kejang.
- bayi kecil juga sudah memberi respons perubahan mimik bila mendengar suara bel yang halus.
- anak dapat dites dengan meremas kertas di belakang telinga. Apa ada reaksi?
- kalau yg autis memang cuek, tapi biasanya keterangan orang tua seperti ini:"Kalau dipanggil cuek saja, tapi kalau dengar suara TV dari jauh dia sudah lari mendekati TV"
- kalau ada gangguan pendengaran tidak lengkap, biasanya ia selalu agak memutar kepala agar telinganya berhadapan dengan sumber suara. Apakah waktu menonton TV ia memutar kepalanya begitu?
 
Jadi kalau gampang, buat apa BERA ya??
 
BERA dapat untuk deteksi kemungkinan gangguan pendengaran. Namun bila BERA terganggu harus dikonfirmasi dengan uji lain, baru dapat disebut sebagai gangguan dengar. Konfirmasi biasanya dengan audiometri. Selain itu BERA juga bagus untuk mendeteksi gangguan yang sifatnya parsial. 
 
Yoni (Dr. Hardiono D. Pusponegoro)