Home   •   Who & Why Puterakembara

Misi & Arti Puterakembara

Misi Puterakembara

Kami, orang tua anak penyandang Asperger, tergerak untuk menyediakan informasi bagi keluarga, orang tua anak penyandang autisme dan semua lapisan masyarakat yang peduli dengan masalah autisme

Penyediaan informasi melalui situs ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran dan penerimaan masyarakat akan keberadaan anak penyandang spektrum autisme.

Kami berharap orang tua anak penyandang autisme dapat lebih mengetahui apa yang perlu dilakukan untuk mengarahkan dan memaksimalkan kemampuan anak dalam mempersiapkan mereka untuk dapat mandiri dan berguna bagi masyarakat.

 

 

Arti Puterakembara dan Misi-nya

Pada tahun 1999, tidak banyak media yang membahas masalah autisme secara mendalam apalagi tuntas. Sebagian besar informasi yang tersedia di internet dan buku-buku menggunakan bahasa Inggris. Oleh karena itu, kami merasa tergugah untuk menyediakan informasi seputar autisme dan permasalahannya dalam bahasa Indonesia hingga pada Januari 2000 terbentuklah situs Puterakembara di www.puterakembara.org .

Selain informasi, tersedia juga fasilitas mailing list sebagai sarana diskusi dan tukar-menukar pengalaman dan informasi di antara orang tua anak autis, dokter, psikolog, dosen, guru, terapis, mahasiswa, dan semua orang yang peduli pada masalah autisme.

Tidak mudah menjadi orang tua anak penyandang autisme. Sebagai orang tua anak penyandang asperger (salah satu spektrum autisme), kami sendiri telah mengalaminya.

Masalah ASD (Autistic Spectrum Disorder) demikian kompleks dan sampai saat ini masih belum dapat diketahui dengan pasti apa penyebab dan obatnya. Untuk itu melalui situs dan fasilitas milis Puterakembara ini diharapkan akan tercipta suatu komunitas peduli autisme yang memungkinkan kita bukan saja berdiskusi, tetapi juga saling menguatkan secara moril.

Memasuki tahun ke-12, rekan milis puterakembara saat ini terdiri dari orang tua, profesional dan pemerhati yang berasal dari berbagai kota yang tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri seperti Singapore, Malaysia, Jepang, Hongkong, Australia, Amerika, Eropa, Afrika, Timur Tengah.

Dengan berkumpulnya orang tua yang terdiri dari beberapa lokasi ini, diharapkan akan mendorong timbulnya inisiatif untuk membentuk suatu kelompok (komunitas kecil) di masing-masing kota/lokasi semacam Parents Support Group (PSG).

Saat ini menurut catatan kami sudah terbentuk PSG di beberapa lokasi/kota seperti Depok, Bogor (YKII), Bekasi, Cikarang, Bandung, Semarang, Solo, Bali, Medan, Pekanbaru, Pontianak, Makassar, Balikpapan, bahkan di luar negeri yaitu di Qatar.

Beberapa PSG di atas ada yang berasal dari rekan milis puterakembara dan ada yang bukan rekan milis puterakembara. Bagi kami hal itu tidakmasalah. Komunitas orang tua bisa dibentuk di mana saja dan perjuangan bisa dalam bentuk apa saja. Walaupun dengan cara yang berbeda, yang penting semua berbuat sesuatu dan bertujuan demi kemajuan anak-anak penyandang autisme.

Puterakembara juga dibentuk bukan untuk kepentingan kami sebagai pengelola atau kepentingan anak kami penyandang asperger, tapi demi kepentingan komunitas autisme Indonesia dimana saja berada.

Kami sungguh mengharapkan dapat memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat umum tentang seluk-beluk autisme dan penanganannya. Juga agar orang yang mempunyai anak atau kerabat penyandang autisme menjadi tahu bahwa Puterakembara ada untuk dapat sedikit meringankan
beban dengan cara saling bertukar informasi dan pengalaman.

Kami juga ingin meyakinkan orang tua bahwa mereka tidak "sendiri". Mempunyai anak "unik" (penyandang autisme) bukan merupakan suatu kutukan atau akhir dari segalanya, tetapi merupakan awal dari suatu perjuangan.

Kita harus berusaha dan terus berusaha untuk membantu anak-anak penyandang autisme agar dapat hidup berguna dan mandiri.

 

Salam Peduli Autisme,
Leny Marijani
Pengelola & Moderator
(updated: April 2012)